Mencari Setetes Air di Tengah Kemarau

12 hours ago 6

Pulau Jawa juga tak luput dari kemarau panjang yang dampaknya juga sudah mulai dirasakan masyarakat. Di Poonorogo, Jatim, BPBD setempat telah menyalurkan 31 ribu liter air bersih kepada 342 warga terdampak kekeringan di dua desa sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kemarau.

Kepala BPBD Ponorogo, Masun, di Ponorogo, Kamis, mengatakan, wilayah terdampak berada di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung dan Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

"Warga terdampak di Dukuh Dungus sebanyak 189 jiwa, sedangkan di Dukuh Munggur sebanyak 153 jiwa," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD bersama sejumlah mitra telah menyalurkan total 31 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak.

Menurut Masun, distribusi air bersih di Desa Karangpatihan telah dilakukan sejak akhir Juli hingga 31 Agustus dengan total volume mencapai 18 ribu liter.

Sementara itu, sebanyak 13 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada warga Desa Munggu dalam periode yang sama.

Selain dua wilayah tersebut, BPBD juga menerima laporan potensi kekeringan dari sejumlah desa lain dan saat ini masih melakukan asesmen lapangan untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan.

Di Desa Wates, kebutuhan yang diusulkan berupa sarana penampungan air karena pasokan air dapat dipenuhi dari sumur bor yang telah tersedia.

Sedangkan laporan kekeringan dari Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, masih dalam tahap verifikasi sebelum dilakukan distribusi bantuan air bersih.

Masun menegaskan BPBD telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk tandon dan jeriken, serta menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) setempat dan sejumlah pihak untuk mempercepat layanan kepada masyarakat terdampak.

"Kami siap dari sisi sarana maupun distribusi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau," ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan Ponorogo, di Kudus warga juga sudah terdampak kekeringan. Pemkab setempat bersama perusahaan swasta saling kolaborasi demi mengantisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang, salah satunya dengan menyiapkan hampir 37 armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.

"Puluhan armada tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM, TNI, hingga dukungan sejumlah perusahaan swasta di Kabupaten Kudus. Armada truk tangki itu untuk pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kemarau," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris ditemui usai rapat paripurna DPRD Kudus, Kamis.

Menurut dia dukungan lintas sektor tersebut diperlukan untuk memperkuat penanganan kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Sam'ani menyebutkan sejumlah perusahaan di Kudus turut menyediakan depo air dan armada untuk mendukung pendistribusian air bersih. Di antaranya perusahaan rokok dan industri lainnya yang memiliki sarana penyediaan air.

"Insya Allah stok air cukup. Baik itu depo yang ada di PKPLH, yang ada di perusahaan itu, baik Djarum, Nojorono, Pura, maupun Sukun, dan pabrik kertas yang lain," ujarnya.

Dukungan puluhan armada tersebut, kata dia, tidak hanya untuk mendistribusikan air bersih tetapi juga untuk mengantisipasi kebakaran.

Ia menambahkan Pemkab Kudus juga telah menyiapkan anggaran untuk penanganan bencana sehingga kebutuhan dalam menghadapi kondisi kekeringan dinilai masih aman.

Selain memastikan ketersediaan air bersih, Pemkab Kudus juga memperkuat langkah antisipasi bencana dengan menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran, sistem peringatan dini, serta meningkatkan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, masyarakat, dan instansi vertikal.

Sam'ani mengatakan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat juga akan melaksanakan salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar hujan segera turun untuk mengakhiri kemarau.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, BPBD, perusahaan swasta, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan dampak kekeringan maupun potensi kebakaran selama musim kemarau.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |