Sebulan Usai Banjir Bandang Menerjang, Warga Besuki Situbondo Kembali Meratap Pasrah Terkepung Banjir

2 days ago 15

Banjir terjadi setelah Sungai Lubawang meluap pascahujan deras mengguyur sejak Jumat sore.

Diterbitkan 21 Februari 2026, 09:27 WIB

Share

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Desa Besuki, Situbondo kembali dihantui kecemasan hebat. Belum hilang trauma akibat banjir bandang bulan lalu, luapan Sungai Lubawang kembali menerjang permukiman warga di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, pada Jumat malam (21/02/2026).

​Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pukul 17.00 WIB menjadi pemicu utama. Hanya dalam hitungan jam, air sungai meluap dan mengepung rumah-rumah warga tepat saat mereka tengah bersiap menjalani aktivitas malam setelah berbuka puasa. Ketinggian genangan air mencapai 40 cm atau setinggi lutut orang dewasa.

​"Hujan deras sejak sore menjelang berbuka puasa. Air mulai masuk ke rumah saya sekitar jam delapan malam. Ketinggiannya sampai selutut," ujar Hartono, warga Dusun Paddek Sabtu (21/2/2026).

Warga Bersiaga Ancaman Banjir Meninggi

Meski jarak rumah Hartono sekitar 300 meter dari bibir sungai, air tetap merendam teras dan ruang tamu rumahnya dalam waktu singkat. Hingga pukul 21.00 WIB, hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan reda.

Warga kini memilih tetap berjaga-jaga di luar rumah untuk memantau pergerakan debit air, mengantisipasi banjir susulan yang lebih besar.

​Bencana ini membuat warga Kecamatan Besuki dan Banyuglugur cemas. Sebelumnya, pada 21 Januari 2026, wilayah ini sempat luluh lantak diterjang banjir bandang yang merendam ribuan rumah.

Hermawan Arifianto, Lia HarahapTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |