Garansi Baterai 250.000 KM BYD Guncang Pasar EV Eropa

2 months ago 53

Liputan6.com, Jakarta - Produsen mobil listrik (EV) raksasa asal Negeri Tirai Bambu, BYD kembali mengambil langkah yang sangat agresif untuk memperkuat penetrasinya di pasar Eropa. Dalam upaya untuk memenangkan kepercayaan para konsumen di benua yang selama ini didominasi oleh pabrikan Jerman, Jepang, dan Amerika, BYD mengumumkan pembaruan kebijakan pada garansi baterai yang sangat berani, jauh melampaui standar industri.

Dilansir arenaev.com, Selasa (23/12/2025), BYD kini memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 250.000 km untuk semua model plug-in mereka di Eropa. Langkah ini secara langsung menantang pabrikan mapan lain, yang umumnya hanya menawarkan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km.

Perbedaan yang signifikan pada batas jarak tempuh hingga 90.000 km ini menjadi kunci yang disasar oleh BYD. Angka 250.000 km ini sangat substansial, terutama bagi konsumen Eropa yang seringkali memiliki kekhawatiran yang besar tentang degradasi performa dan potensi biaya mahal untuk penggantian baterai. Kepercayaan diri BYD ini bersumber dari teknologi inti mereka, yakni Blade Battery menjadi inti dari setiap mobil listrik yang mereka jual.

Teknologi ini menggunakan kimia Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal karena ketahanannya dan siklus pengisian ulang (cycle life) yang jauh lebih tinggi. Jaminan garansi yang diperpanjang ini bahkan berlaku surut (retroactive) untuk pemilik BYD yang sudah ada, menunjukkan komitmen jangka panjang kepada konsumen mereka.

Strategi ini sangat efektif untuk mengatasi keraguan konsumen Eropa terhadap kualitas dan daya tahan teknologi EV Tiongkok, sekaligus untuk menekan para kompetitor untuk segera meningkatkan standar garansi mereka sendiri.

Garansi Agresif Pukul Standar Jarak Tempuh Kompetitor

Angka 250.000 km yang ditawarkan BYD kini menjadi tolok ukur baru di pasar EV Eropa. Jaminan jarak tempuh yang jauh lebih panjang secara langsung mengatasi kecemasan terbesar konsumen EV: masa pakai baterai.

Garansi ini tidak hanya berlaku untuk mobil yang baru dibeli, tetapi juga mencakup semua model plug-in BYD yang sudah terjual, seperti Atto 3, Dolphin, dan Seal.

Kebijakan yang berlaku surut ini memperkuat citra merek BYD sebagai produsen yang menjamin kualitas produknya. Garansi ini biasanya mencakup jaminan kesehatan baterai (State of Health/SoH) minimum 70% dari kapasitas awal.

Blade Battery LFP Sebagai Kunci Kepercayaan

Keberanian BYD untuk memberikan garansi jarak tempuh yang ekstrem ini didasarkan pada keunggulan teknologi baterai yang mereka kembangkan sendiri, yakni Blade Battery.

Teknologi ini menggunakan kimia Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal memiliki siklus pengisian ulang (cycle life) yang jauh lebih tinggi dan stabilitas termal yang superior dibandingkan dengan baterai NMC (Nickel Manganese Cobalt) yang umum digunakan pesaing.

LFP secara inheren lebih aman dari kebakaran dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap pengisian dan pengosongan daya, memungkinkan BYD merasa nyaman memberikan garansi yang jauh lebih panjang kepada konsumen.

Langkah BYD memperpanjang garansi adalah bagian integral dari strategi ambisius mereka untuk merebut pangsa pasar Eropa, yang selama ini menjadi benteng pertahanan bagi pabrikan lokal.

Garansi 8 tahun/250.000 km ini memberikan keunggulan kompetitif yang tak tertandingi di hadapan Tesla, Volkswagen, atau Renault yang mayoritas masih bertahan di batas 160.000 km.

Kebijakan ini secara efektif menekan pabrikan Eropa untuk ikut meningkatkan standar garansi mereka, memicu persaingan yang lebih sehat di sektor jaminan purna jual. Kualitas jaminan ini menjadi penentu penting bagi konsumen yang mulai beralih ke mobilitas listrik.

Jaminan 8 tahun/250.000 km dari BYD bukan hanya sekadar angka, melainkan pernyataan kepercayaan diri terhadap Blade Battery. Kebijakan ini mengubah permainan di pasar EV Eropa dan menjanjikan era baru persaingan jaminan kualitas.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |