10 Cara Berkendara di Jalan Tol yang Perlu Diterapkan Saat Libur Akhir Tahun

2 months ago 44

Liputan6.com, Jakarta - Jalan tol adalah urat nadi perekonomian dan mobilitas modern, menawarkan kecepatan tinggi dan efisiensi waktu. Namun, lingkungan berkendara di jalan tol juga menuntut kewaspadaan yang lebih ekstra dan disiplin tinggi dari pengemudi.

Berkendara di tol memiliki risiko kecelakaan yang fatal karena kombinasi antara kecepatan tinggi, kelelahan pengemudi (highway hypnosis), dan minimnya interaksi (feedback) visual yang memicu kantuk.

Kelalaian sekecil apa pun, seperti terlambat mengerem satu detik, dapat berakibat tabrakan beruntun yang fatal karena jarak henti (stopping distance) yang dibutuhkan mobil jauh lebih panjang ketika sedang di kecepatan 80 km/jam ke atas.

Kunci utama untuk tetap aman di jalan tol adalah persiapan yang matang sebelum memasuki gerbang tol dan kedisiplinan yang tinggi saat sudah berada di lajur. Kewaspadaan yang sangat diperlukan ketika berkendara yaitu saat malam hari, cuaca hujan, atau setelah berkendara lebih dari dua jam berturut-turut.

Yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan ini tentu saja pengemudi. Kesalahan umum yang sering terjadi pada penggunaan lajur yang tidak tepat dan kegagalan menjaga jarak aman. Untuk memastikan perjalanan aman dan nyaman, mampu menerapkan etika dan teknis berkendara defensif yang telah teruji.

Berikut ini adalah panduan lengkap tips dan trik yang wajib Anda terapkan setiap kali memasuki jalan bebas hambatan, yang kami rangkum menjadi 10 poin penting:

Persiapan Kritis Sebelum Memasuki Gerbang Tol

Keselamatan di jalan tol dimulai jauh sebelum roda menyentuh aspal. Lima poin ini adalah persiapan fundamental yang wajib dipenuhi oleh kendaraan dan pengemudi:

  • Cek Tekanan Ban dan Cairan Vital: Pastikan tekanan angin ban sudah sesuai dengan standar pabrikan. Ban yang kempes (under-inflated) sangat berbahaya di kecepatan tinggi karena dapat memicu pecah ban. Selain itu, periksa kondisi cairan vital seperti oli, air radiator, dan minyak rem.
  • Kecukupan Bahan Bakar dan Saldo E-Toll: Pastikan bahan bakar dan saldo kartu e-Toll Anda mencukupi. Berhenti mendadak di bahu jalan tol karena kehabisan bensin atau saldo tol adalah hal yang harus dihindari, sebab sangat berbahaya.
  • Pastikan Kondisi Pengemudi Prima: Jangan pernah mengemudi dalam kondisi mengantuk, lelah, atau di bawah pengaruh obat/alkohol. Jika Anda merasa lelah, manfaatkan rest area yang tersedia. Kelelahan memperlambat waktu reaksi (reaction time) secara drastis.
  • Periksa Fungsi Lampu: Pastikan semua lampu kendaraan (lampu depan, lampu rem, lampu sein, dan lampu hazard) berfungsi normal, terutama jika Anda berkendara malam hari atau saat cuaca buruk.
  • Kenakan Sabuk Pengaman: Selalu kenakan sabuk pengaman, termasuk semua penumpang. Sabuk pengaman adalah fitur keselamatan pasif paling penting di kecepatan tinggi.

Disiplin Lajur dan Etika Berkendara di Tol

Saat sudah berada di jalan tol, disiplin lajur dan menjaga jarak aman adalah kunci untuk mencegah kecelakaan fatal. Empat poin berikutnya berfokus pada etika dan teknis mengemudi yang benar:

  • Terapkan Aturan Jarak Aman 3 Detik: Selalu terapkan aturan jarak aman minimal 3 detik (atau 4-5 detik saat hujan, gelap, atau kecepatan sangat tinggi) dengan kendaraan di depan Anda. Aturan ini memastikan Anda memiliki jarak henti yang cukup.
  • Disiplin Lajur Kanan (Overtaking Lane): Lajur paling kanan adalah lajur hanya untuk mendahului (overtaking lane) dan hanya boleh digunakan untuk menyalip. Berkendara konstan di lajur kanan dengan kecepatan rendah dapat memicu kecelakaan dari belakang. Segera kembali ke lajur tengah atau kiri setelah menyalip.
  • Hindari Memotong Lajur Mendadak: Selalu gunakan lampu sein dengan durasi yang memadai (minimal 3 kedipan) sebelum berpindah lajur, dan pastikan blind spot Anda aman. Pindah lajur secara ugal-ugalan adalah pemicu utama tabrakan beruntun.
  • Waspada Blind Spot dan Cek Spion Berkala: Selalu memanfaatkan spion tengah dan spion samping secara maksimal. Ingat bahwa kendaraan yang berada di blind spot Anda tidak terlihat. Lakukan pengecekan spion secara berkala (setiap 5–8 detik) untuk mengetahui situasi di sekitar Anda.

Penanganan Keadaan Darurat dan Penggunaan Bahu Jalan

Kondisi darurat bisa terjadi kapan saja di jalan tol. Mengetahui cara menggunakan bahu jalan dan prosedur penanganan mogok yang benar adalah poin vital terakhir untuk keselamatan Anda.

  • Penanganan Mogok dan Penggunaan Bahu Jalan: Jika mobil mogok, segera menepi ke bahu jalan sejauh mungkin dan usahakan agar mobil melewati marka bahu jalan. Bahu jalan hanya untuk kondisi darurat. Jangan pernah menggunakan bahu jalan untuk menyalip, beristirahat, atau menelepon. Nyalakan lampu hazard, belokan setir ke arah kiri untuk meminimalisir kecelakaan beruntun, pasang segitiga pengaman minimal 100 meter di belakang mobil, dan segera hubungi layanan darurat tol. Jangan pernah memperbaiki mobil sendiri di bahu jalan.

Jalan tol adalah fasilitas yang harus dihormati. Dengan mengutamakan persiapan kendaraan, disiplin lajur, dan kesadaran situasional tinggi, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga pengguna jalan tol lainnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |