Ngetes Wuling Eksion Jakarta-Yogyakarta, Begini Rasa Berkendaranya

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Wuling Motors mengajak beberapa media nasional untuk menguji sport utility vehicle (SUV) tujuh penumpang terbarunya, Wuling Eksion. Pengetesan ini sendiri, menempuh perjalanan yang cukup jauh, sepanjang 627 kilometer dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Dalam media test drive kali ini, jenama asal China tersebut hanya menyediakan Wuling Eksion varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Satu mobil, diisi oleh empat orang, dengan berbagai baraang bawaan, seperti tas, koper, dan juga perlengkapan lainnya.

Rute pertama, dari Jakarta menuju Yogyakarta, Liputan6.com masih menjadi penumpang di baris pertama dan kedua. Hal pertama yang dirasakan, tentu saja kenyamanan bangku penumpang, yang cukup empuk dan memeluk badan dengan cukup sempurna.

Kesempatan mengemudi pertama kami, dimulai selepas beristirahat dari Rest Area Km 102 Tol Cipali Subang, menuju Cirebon.

Pertama masuk ke kabin dan duduk di bangku pengemudi, adalah nyaman. Pengaturan jok sudah elektrik, sehingga untuk mencari posisi berkendara yang baik tidak cukup sulit. Selain itu, untuk setir juga sudah tilt dan telescopic.

Impresi pertama kami terhadap Wuling Eksion, adalah tenaga yang cukup besar mulai dari putaran bawah. Tidak hanya berlaku saat mode listrik murni atau EV, tapi ketika mode hybrid pun tenaga terus mengisi dari putaran bawah, tengah hingga atas.

Empat Mode Energi Wuling Eksion

Wuling Eksion sendiri, memiliki empat pilihan mode energi, yaitu EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority. Selama perjalanan, kami juga mencoba semua mode, mulai dari EV Max saat memasuki jalan tol.

Untuk mode energi ini, jika baterai sudah menyentuh angka 12 persen, maka otomatis akan berpindah ke mode hybrid, dengan mesin bensin mengisi baterai atau menggerakan roda.

Selanjutnya, untuk EV First, sejatinya sama dengan EV Max. Namun, untuk berpindah ke mode hybrid, baterai yang tersisa harus lebih besar, sebanyak sekitar 35 persenan.

Sedangkan untuk hybrid, dan fuel priority sendiri, layaknya sebuah model hibrida, yang menggabungkan mesin bensin dan juga motor listrik, untuk bisa melaju hingga lebih dari 1.000 km.

Selain itu, Wuling Eksion juga dilengkapi dengan konfigurasi mode berkendara, yaitu Eco, Normal, dan Sport. Untuk Eco, diperuntukan bagi yang ingin berkendara secara hemat energi.

Sedangkan normal, seperti layaknya berkendara pada umumnya, dan untuk sport, memiliki tarikan tenaga yang sangat signifikan, mulai dari putaran bawah.

Mode sport ini, sangat cocok untuk berkendara mengejar kendaraan lain, atau saat menyalip dan juga melewati tanjakan yang cukup curam, untuk bisa menambah tarikan tenaga yang lebih besar.

Beragam pengaturan tersebut menjadi bagian dari teknologi Ling Power yang memungkinkan kendaraan mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik maupun mesin bensin sesuaikebutuhan perjalanan.

Rasa Berkendara

Perjalanan menuju Yogyakarta, dengan terlebih dahulu menuju Purwokerto, dilakukan tanpa kendala berarti. Suspensi mobil ini, juga bisa dibilang tak terlalu keras, dan juga empuk. Khas sebuah SUV, dengan kenyamanan berkendara yang cukup.

Karena ini adalah sebuah SUV tujuh penumpang, dan sepertinya saat pengujian bobot tidak terlalu berat, maka ada terasa limbung dari mobil ini.

Tapi, hal tersebut masih bisa ditoleransi, karena memang kabin Wuling Eksion ini secara keseluuhan sudah sangat cukup baik.

Selain itu, handling dari mobil ini juga cukup enak, masih bisa diajak meliuk-liuk di jalanan padat kota besar. Meskipun memiliki bodi dengan dimensi yang cukup besar, mobil ini cukup mudah dikendalikan.

Di etape kedua, dari Purwokerto menuju Yogyakarta, jalanan yang dilalui lebih beragam. Kawasan perkotaan, hingga jalur pegunungan yang menghadirkan kondisi elevasi dan tikungan yang beragam, dilalui Wuling Eksion ini tanpa kendala yang berarti.

Pada etape perjalanan yang melintasi jalur pegunungan setelah kawasan Dipayana, Wonosobo, dengan panjang rute sekitar 18 kilometer, peserta juga dapat menikmati panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang menjadi ciri khas kawasan dataran tinggi Jawa Tengah melalui panoramic sunroof yang ada di Eksion.

Fitur ini menghadirkan visibilitas yang lebih luas bagi seluruh penumpang sehingga menambah keseruan selama mengeksplorasi berbagai destinasi di sepanjang perjalanan.

Di atas kertas, Wuling Eksion mengandalkan teknologi Ling Power yang memadukan mesin 1.5L dedicated hybrid engine dengan efisiensi termal mencapai 43,2 persen, motor listrik berdaya 145 kW, baterai berkapasitas 20,5 kWh, serta Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dengan respons cepat.

Kombinasi ini menghasilkan tenaga mesin sebesar 105 hp dengan torsi 130 Nm, serta motor listrik 195 hp dengan torsi 230 Nm. Mobil ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 20,5 kWh.

SUV 7-seater ini juga mampu menempuh jarak hingga 125 kilometer dalam mode listrik murni, dan memiliki total jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer (CLTC).

Guna menunjang kenyamanan perjalanan keluarga, Wuling Eksion turut dilengkapi berbagai fitur unggulan seperti panoramic sunroof, ventilated seat, intelligent control panel, PM2.5 air filter, electric seat adjustment, serta Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Kesimpulan

Selain itu, berbicara fitur dari Wuling Eksion PHEV sudah cukup lengkap, mulai panoramic sunroof, power tailgate, ventilated seat pada baris pertama, electric front passenger seat adjustment, 50W wireless phone charger, Adaptive Cruise Control.

"Dengan dukungan Driving Mode dan Energy Mode yang beragam, sistem ini dapat mengatur penggunaan tenaga listrik maupun mesin bensin secara cerdas sesuai kebutuhan sehingga memberikan keseimbangan antara performa, efisiensi energi, dan kenyamanan berkendara," tegas Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors.

Kesimpulannya, Wuling Eksion ini dengan konsep sebuah SUV tujuh penumpang, bisa jadi pilihan konsumen yang menginginkan model SUV tujuh penumpang, dan dengan harga yang masih masuk akal, mobil ini bisa jadi salah satu pilihan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |