Jelang Pidato Prabowo Soal RAPBN 2027 hingga Nota Keuangan, Intip Prediksi IHSG Hari Ini

17 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan membacakan Pidato Kenegaraan mengenai Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2027 (RAPBN 2027) dan nota keuangan pada Jumat, (14/8/2026). Di tengah sentimen itu, bagaimana prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir pekan ini?

Adapun IHSG melemah 1,13% ke 6.301 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, tetapi koreksinya masih mampu tertahan oleh moving average (MA) 20 harian pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave © dari wavee [iv]. Hal itu berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544.

“Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (2) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b),” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.201,6.029 dan level resistance 6.454,6.599 pada Jumat pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pelaku pasar menantikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai arah kebijakan ekonomi Indonesia untuk beberapa tahun ke depan. Dalam riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 6.130-6.325.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Ultrajaya Milk Industri & Trading Co Tbk (ULTJ).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Mandiri (BMRI) - Buy on Weakness

Saham BMRI terkoreksi ke 4.130 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakan BMRI masih belum mampu break moving average (MA)60 harian. “Saat ini, posisi BMRI diperkirakan berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b] pada pola triangle,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.910-4.040

Target Price: 4.270, 4.360

Stoploss: below 3.900

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2.PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Trading Buy

Saham INDF terkoreksi 0,34% ke 7.350 dan disertai dengan munculnya volume penjualan. “Kami perkirakan, posisi INDF saat ini berada pada bagian akhir dari wave iii dari wave (c),” kata dia.

Trading Buy: 7.250-7.350

Target Price: 7.500, 7.600

Stoploss: below 7.200

3.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Buy on Weakness

Saham RAJA terkoreksi 3,91% ke 860 dan disertai dengan munculnya volume penjualan, pergerakannya masih berada di fase sideways dalam jangka pendek dan berada di bawah MA20. “Saat ini, posisi RAJA diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (B),” kata dia.

Buy on Weakness: 750-805

Target Price: 925, 1.035

Stoploss: below 730

4.PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ) - Trading Buy

Saham ULTJ terkoreksi 0,33% ke 1.510 dan masih didominasi oleh volume pembelian, namun pergerakannya masih sideways. “Kami perkirakan, posisi ULTJ saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c],” kata dia.

Trading Buy: 1.490-1.510

Target Price: 1.545, 1.570

Stoploss: below 1.480

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 13 Agustus 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Kamis, (13/8/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham yang tertekan dan pengumuman MSCI periode Agustus 2026.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 1,13% menjadi 6.301,76. Indeks saham LQ45 melemah 1,05% menjadi 627,16. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup terkoreksi 1,13% disertai dengan munculnya tekanan jual, di mana hal tersebut sejalan dengan analisis teknikal yg kami sampaikan pada report pagi ini.

"Di sisi lain, pergerakan IHSG terkoreksi pascarilis pengumuman MSCI yang meskipun masih dalam status pembekuan namun beberapa emiten dalam konstituennya terdepak, yang dikhawatirkan akan adanya outflow pada IHSG saat masa efektif nanti,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Saham

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.390,32 dan level terendah 6.281,57. Sebanyak 452 saham melemah sehingga bebani IHSG. 175 saham menguat dan 164 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.925.105 kali dengan volume perdagangan saham 28,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.860.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham basic melemah 2,93%, dan catat koreksi terbesar. Lalu sektor saham energi turun 2,32%, sektor saham industri terpangkas 2,3%, dan sektor saham consumer siklikal susut 1,59%.

Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 1,05%, sektor saham siklikal terpangkas 1,59%, sektor saham kesehatan terperosok 0,93%. Lalu sektor saham keuangan melemah 0,21%, sektor saham properti tergelincir 0,30%, sektor saham teknologi susut 1,2%, sektor saham infrastruktur merosot 0,88% dan sektor saham transportasi turun 1,33%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |