IHSG Berpotensi Menguat ke 6.440, Cek Rekomendasi Saham Analis 10 Agustus 2026

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Senin, (10/8/2026). IHSG hari ini berpeluang naik ke 6.440-6.544. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 1,04% menjadi 6.409,dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Jumat, 7 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini, posisi IHSG diperkirkaan berada pada bagian awal dari wave v dari wave © dari wave [iv], hal itu berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544.

“Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.371-6.390,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.319,6.201 dan level resistance 6.454,6.599 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.320-6.600.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Trading Buy

Saham BULL menguat 1,33% ke 456 disertai dengan tingginya volume pembelian. “Selama masih mampu berada di atas 422 sebagai area stoplossnya, BULL diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar Herditya.

Trading Buy: 444-456

Target Price: 494, 520

Stoploss: below 422

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2.PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Buy on Weakness

Saham BUMI menguat 4,47% ke 187 dan disertai oleh volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi BUMI sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” kata dia.

Buy on Weakness: 175-184

Target Price: 194, 210

Stoploss: below 166

3.PT MLPL - Buy on Weakness

Saham MLPL menguat 5,21% ke 101 dan disertai peningkatan volume pembelian. Herditya menuturkan, selama masih mampu berada di atas 94 sebagai stoplossnya, posisi MLPL saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 5 dari wave (1).

Buy on Weakness: 97-99

Target Price: 108, 113

Stoploss: below 94

4.PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) - Buy on Weakness

Saham SRTG menguat 2,54% ke 1.820 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi SRTG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i],” kata dia.

Buy on Weakness: 1.785-1.810

Target Price: 1.855, 1.965

Stoploss: below 1.755

Penutupan IHSG pada 7 Agustus 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada penutupan perdagangan saham Jumat, (7/8/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di 17.900.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 1,04% ke 6.409,65. Indeks saham LQ45 bertambah 1,5% menjadi 640,29. Seluruh indeks saham acuan global menghijau. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.409,65 dan level terendah 6.347,42.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, katalis utama kenaikan IHSG berasal dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 sebesar 5,29% YoY, yang melampaui ekspektasi konsensus. Berdasarkan konsensus pasar di kisaran 5,1%.

“Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa ekonomi domestik masih cukup resilien di tengah perlambatan global,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Saham

Ia menambahkan, kenaikan harga tembaga dan emas memberikan sentimen positif bagi saham-saham pertambangan mengingat bobot sektor komoditas cukup besar di IHSG. “Kenaikan sektor ini (komoditas-red) turut mengangkat indeks. Di sisi lain, stabilisasi bahkan apresiasi mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang memberikan sentimen positif bagi kepastian investasi di pasar keuangan domestik,” ujar Nafan.

Sebanyak 355 saham menguat sehingga angkat IHSG. 235 saham melemah dan 203 saham diam di tempat. Total frekuensi 2.208.358 kali dengan volume perdagangan saham 38,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,5 triliun. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.900.

Dari 11 sektor saham, sektor saham consumer siklikal turun 0,69%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur melonjak 2,17%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menanjak 1,63% dan sektor saham teknologi mendaki 1,25%. Selanjutnya, sektor saham energi menguat 1,22%, sektor saham industri bertambah 0,345, sektor saham kesehatan mendaki 0,11%, dan sektor saham keuangan melejit 0,31%. Lalu sektor saham properti melompat 1,16%, sektor saham transportasi menguat 0,37%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |