Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas Syariah, Bisa Dibeli Seperti Saham di BEI

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas dengan kode perdagangan XMES yang mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini. Produk ini menjadi salah satu dari lima ETF emas yang telah tercatat di BEI.

Kehadiran XMES menawarkan alternatif investasi emas bagi masyarakat tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung. Investor cukup membeli unit XMES melalui mekanisme perdagangan di bursa seperti membeli saham.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia mengatakan, peluncuran XMES merupakan langkah perusahaan untuk menjawab perubahan preferensi investor yang semakin mencari instrumen investasi berbasis aset riil dan sesuai prinsip syariah.

“Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat, dan kini akses terhadap investasi emas juga semakin beragam. Karena itu, tantangannya bukan lagi hanya bagaimana investor memiliki emas, tetapi bagaimana memberikan akses terhadap emas melalui instrumen yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor saat ini,” ujar Hardiyanto, Rabu (12/8/2026).

XMES menggunakan emas fisik sebagai underlying asset dengan tingkat kemurnian minimum 99,9% untuk emas bersertifikasi SNI atau 99,5% untuk emas berstandar internasional LBMA Certified.

Imbal Hasil sekitar 9,9% per Tahun

Mandiri Investasi menetapkan sedikitnya 95% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) ditempatkan pada emas fisik. Sisanya maksimal 5% dapat dialokasikan ke instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, serta kas dan setara kas sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengelolaan produk ini melibatkan sejumlah lembaga pendukung, yaitu Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian, PT Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, dan PT Pegadaian sebagai Penyedia sekaligus Penyimpan Emas.

Mandiri Investasi menilai emas masih memiliki prospek jangka panjang yang menarik. Berdasarkan kajian perusahaan per 30 Juni 2026, emas mencatatkan imbal hasil sekitar 9,9% per tahun dalam 20 tahun terakhir dan 18% per tahun dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, permintaan investasi emas global meningkat 84% menjadi 2.175 ton pada 2025, sementara pertumbuhan produksi tambang dalam satu dekade terakhir tercatat kurang dari 1% per tahun.

Target Dana Kelolaan XMES Capai Rp 1 Triliun

Direktur Investasi PT Mandiri Manajemen Investasi Ernawan R. Salimsyah, CFA menilai kombinasi antara peningkatan permintaan dan terbatasnya pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat emas tetap relevan sebagai instrumen investasi jangka panjang.

“Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang,” jelas Ernawan.

Mulai diperdagangkan di pasar sekunder, unit XMES dapat ditransaksikan melalui mekanisme bursa seperti saham, sehingga investor tidak perlu mengurus penyimpanan emas fisik. Produk ini juga diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dan telah mengacu pada Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Dalam jangka panjang, Mandiri Investasi menargetkan Asset Under Management (AUM) XMES mencapai Rp 1 triliun. Target tersebut diharapkan tercapai seiring meningkatnya pemahaman investor terhadap ETF emas dan berkembangnya ekosistem pasar emas nasional.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |