IHSG Menguji Posisi 6.258, Cek Rekomendasi Saham 23 September 2026

5 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Rabu, (23/9/2026). IHSG hari ini akan menguji dahulu 6.208-6.258. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham hari ini?

IHSG anjlok 1,69% ke 6.277 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat, koreksinya menembus area moving average (MA) 60 harian pada perdagangan saham Selasa, 22 September 2026.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave a dari wave (x), sehingga IHSG akan menguji dahulu rentang area 6.208-6.258,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia mengatakan, area penguatan terdekat IHSG berada di 6.333-6.364. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.267,6.108 dan level resistance 6.440-6.535.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG akan melemah terbatas dengan support 6.200-6.320.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Indosat Tbk (ISAT), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Trading Buy

Saham AMRT terkoreksi 0,76% ke 1.305 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi AMRT saat ini berada di awal wave c dari wave (b),” ujar Herditya.

Trading Buy: 1.290-1.305

Target Price: 1.350, 1.375

Stoploss: below 1.280

2.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Buy on Weakness

Saham BBRI terkoreksi 3,64% ke 3.180 dan didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. “Kami memperkirakan, posisi BBRI saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c],” kata dia.

Buy on Weakness: 3.100-3.180

Target Price: 3.320, 3.420

Stoploss: below 3.080

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Trading Buy

Saham PGAS terkoreksi 3% ke 1.455 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah berada di bawah MA60. “Kami perkirakan, posisi PGAS saat ini berada di akhir wave [c] dari wave X,” ujar dia.

Trading Buy: 1.440-1.450

Target Price: 1.490, 1.525

Stoploss: below 1.425

4.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Buy on Weakness

Saham TPIA terkoreksi 3,72% ke 1.810 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi TPIA sedang berada pada bagian akhir dari wave v dari wave (c),” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.790-1.810

Target Price: 1.890, 1.955

Stoploss: below 1.765

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 22 September 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham Selasa, (22/9/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 17.846.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 1,69% menjadi 6.277,04. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,37% menjadi 625,61. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, ada sentimen eksternal dan internal yang mempengaruhi IHSG. Dari eksternal, ia menuturkan, harga minyak yang berada di sekitar US$ 100 per barel, kenaikan yield atau imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun mendekati 5%, serta ekspektasi kebijakan The Federal Reserve (the Fed) yang masih hawkish meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market.

"Kondisi tersebut diperburuk oleh ketegangan geopolitik Timur Tengah yang membuat investor cenderung meningkatkan aset safe haven,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sentimen IHSG Lainnya

Sementara dari domestik, menurut Nafan tekanan IHSG didorong pelemahan rupiah hingga sekitar 17.847 per dolar AS. Hal ini karena meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan dan arus modal asing.

"Investor juga sedang menunggu hasil RDG Bank Indonesia 22–23 September, sehingga sebagian pelaku pasar cenderung melakukan wait and see,” ujar Nafan.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.423,83 dan level resistance 6.258,43. Sebanyak 533 saham melemah sehingga menekan IHSG. 139 saham menguat dan 118 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.161.563 kali dengan volume perdagangan saham 33,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.846.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham consumer siklikal naik 0,33%. Sektor saham energi melemah 2,76%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri merosot 2,31%, dan sektor saham properti terpangkas 2,01%. Sektor saham basic susut 1,97%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,48%.

Lalu sektor saham kesehatan merosot 0,74%, sektor saham keuangan tergelincir 0,85%, sektor saham teknologi susut 1,59%, sektor saham infrastruktur merosot 0,66% dan sektor saham transportasi terperosok 1,35%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |