Rekomendasi Saham Hari Ini 22 September 2026: TPIA, ARKO, COIN hingga MEDC

19 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi sideways pada perdagangan saham Selasa, (22/9/2026). Prediksi IHSG ini seiring sikap wait and see investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (RDG BI). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,88% menjadi 6.384,73 disertai dengan aksi jual asing Rp 510 miliar pada perdagangan saham Senin, 22 September 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BMRI, ANTM, BBCA, TLKM dan MDKA.

“IHSG berpotensi sideways namun cenderung melemah, seiring sikap wait and see investor menanti hasil RDG BI,” ujar Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.340-6.270 dan level resistance 6.440-6.500.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Lutfi memilih saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).

Trading Idea hari ini: TPIA, BULL, BIPI, ARKO, MEDC, dan COIN

  • TPIA Spec Buy dengan area beli di 1.880-1.870, dengan target dekat di 1.910-1.935. Cutloss di bawah 1.845.
  • BULL Spec Buy dengan area beli di 404-400, cutloss di bawah 396. Target dekat di 410-416.
  • BIPI Spec Buy dengan area beli di 150-148, cutloss di bawah 147. Target dekat di 152-154.
  • ARKO Spec Buy dengan area beli di 4.090-4.070, dengan target dekat di 4.160-4.200. Cutloss di bawah 4.050.
  • MEDC Spec Buy dengan area beli di 1.475-1.460, cutloss di bawah 1.445. Target dekat di 1.500-1.520.
  • COIN Spec Buy dengan area beli di 850-840, cutloss di bawah 830. Target dekat di 865-875.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 21 September 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham, Senin, (21/9/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai transaksi harian saham di bawah Rp 15 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 0,88% menjadi 6.384,72. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,93% menjadi 634,29. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG bergerak volatile pada hari ini dan ditutup kembali terkoreksi.

“Kami mencermati, masih adanya tekanan dari global di mana beberapa bank sentral telah menaikkan suku bunga acuannya dan diperkirakan hal ini menandakan tightening cycle ke depannya akibat adanya inflasi energi,” ujar Herditya, saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, di sisi lain memanasnya kondisi Rusia Ukraina dan Timur Tengah juga menjadi sentimen tersendiri bagi pergerakan IHSG.

“Kami juga mencermati adanya wait and see pasar menjelang RDG BI, apakah BI rate juga akan ikutan naik atau cenderung stay serta pergerakan nilai tukar Rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Herditya.

Sektor Saham

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.451,33 dan terendah 6.381,57. Sebanyak 354 saham melemah sehingga bebani IHSG. 280 saham menguat dan 156 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.833.093 kali dengan volume perdagangan saham 26,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.825.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 0,21% dan sektor saham transportasi bertambah 0,55%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur melemah 1,38%, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham energi terpangkas 0,93%, sektor saham basic tergelincir 0,88%, sektor saham industri merosot 0,82%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,94%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,45%. Lalu sektor saham keuangan melemah 0,36%, sektor saham teknologi turun 0,10%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |