Ambisi Dongfeng Ini Bisa Bikin Mobil Listrik Lebih Menarik

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan pengembangan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) semakin memasuki babak baru. Produsen otomotif asal Tiongkok, Dongfeng Motor Corporation, dikabarkan akan memulai produksi massal baterai solid-state pada semester kedua atau H2 2026.

Langkah tersebut menjadi perhatian industri otomotif global karena baterai solid-state selama ini dianggap sebagai teknologi generasi berikutnya yang mampu menghadirkan jarak tempuh lebih jauh, waktu pengisian daya lebih singkat, serta tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Berdasarkan laporan Carnewschina, teknologi baterai terbaru yang tengah dikembangkan Dongfeng diklaim mampu mendukung kendaraan listrik dengan jarak tempuh hingga 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Target ambisius tersebut menempatkan Dongfeng dalam persaingan langsung dengan sejumlah produsen otomotif dan perusahaan baterai dunia yang juga tengah berlomba mengembangkan teknologi baterai solid-state.

Sebagai informasi, baterai solid-state menggunakan elektrolit padat sebagai pengganti elektrolit cair yang selama ini digunakan pada baterai lithium-ion.

Teknologi ini diyakini mampu meningkatkan kepadatan energi secara signifikan sekaligus mengurangi risiko overheating atau kebakaran baterai yang menjadi salah satu perhatian utama dalam industri kendaraan listrik.

Dengan kepadatan energi yang lebih tinggi, pabrikan dapat merancang paket baterai yang lebih ringkas namun memiliki kapasitas penyimpanan energi lebih besar. Dampaknya, mobil listrik berpotensi menawarkan jarak tempuh lebih jauh tanpa harus menambah bobot kendaraan secara berlebihan.

Keunggulan tersebut membuat baterai solid-state digadang-gadang menjadi solusi untuk menjawab kekhawatiran konsumen terkait keterbatasan jarak tempuh atau range anxiety yang masih menjadi salah satu tantangan adopsi kendaraan listrik.

Dongfeng disebut telah memasuki tahap persiapan industrialisasi teknologi baterai solid-state dan menargetkan produksi massal dimulai pada paruh kedua 2026.

Apabila target tersebut berhasil direalisasikan sesuai jadwal, Dongfeng berpotensi menjadi salah satu produsen otomotif China yang lebih dahulu mengomersialkan baterai solid-state dalam skala besar.

Angka jarak tempuh 1.000 kilometer sendiri saat ini menjadi target yang banyak diburu industri kendaraan listrik global. Selain meningkatkan kenyamanan pengguna, kemampuan tersebut dinilai dapat mempercepat penetrasi kendaraan listrik di berbagai pasar dunia.

Sebelumnya, sejumlah produsen otomotif dan perusahaan baterai asal China juga telah memperkenalkan teknologi semi-solid-state dengan klaim jarak tempuh mendekati hingga menembus 1.000 kilometer. Namun, tantangan terbesar masih berada pada tahap produksi massal karena tingginya biaya produksi serta kompleksitas proses manufaktur.

Meski menawarkan berbagai keunggulan, pengembangan baterai solid-state masih menghadapi sejumlah hambatan teknis dan ekonomi.

Industri saat ini masih berupaya mengatasi berbagai tantangan, mulai dari biaya produksi yang tinggi, stabilitas material, umur pakai baterai, hingga proses manufaktur dalam skala besar yang efisien.

Selain itu, peralihan dari tahap riset dan pengembangan menuju produksi massal membutuhkan investasi yang tidak sedikit serta serangkaian pengujian ketat guna memastikan performa dan keamanan baterai dalam penggunaan sehari-hari.

Meski demikian, langkah yang ditempuh Dongfeng menunjukkan bahwa era komersialisasi baterai solid-state semakin dekat. Jika produksi massal benar-benar dimulai pada semester kedua 2026, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu lompatan terbesar dalam evolusi kendaraan listrik sekaligus mengubah peta persaingan industri otomotif global dalam beberapa tahun ke depan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |