Liputan6.com, Pati - Suara alu menghantam lesung bertalu-talu mewarnai suasana di halaman Mapolresta Pati Jawa Tengah. Lesung dan alu tersebut sengaja dibawa warga penghuni lereng Pegunungan Kendeng, sebagai aksi sindiran saat mereka berunjuk rasa.
Suara hantaman alu kepada lesung yang tersebut, diiringi oleh lantunan tembang bernada getir nan mendayu. Suara kayu alu yang menghantam lesung itu bukanlah lantunan suara biasa. Sebab alunan tersebut juga diselingi lirik lagu lagu dalam bahasa Jawa, yang dimainkan para perempuan secara bergantian.
"Tambang yang merusak itu seperti rampok.Yang dirampok bukan hanya harta bendanya. Yang dirampok itu nasib anak cucu. Yang dirampok itu nasib anak cucu. Jika semua ditambang, sumber air menghilang. Lalu sungai kering hilang kedungnya. Anak cucu cuma kebagian sengsara dan Cuma kebagian makan debu."
Demikian sepenggal lirik tembang yang dilantunkan para 'Srikandi Kendeng' dengan nada getir. Nyanyian mereka berisi peringatan keras mengenai nasib buruk yang menanti generasi penerus, jika penambangan terus dibiarkan merajalela di wilayah Pati.
Ratusan warga ini turun ke jalan, akibat lambannya langkah aparat dalam menangani kerusakan alam Kendeng. Di pegunungan yang menghampar dari Kecamatan Sukolilo hingga Tambakromo ini, dibiarkan dirusak oleh oknum oknum penambang galian C ilegal.
Warga yang mengatasnamakan diri Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) ini, resah dengan maraknya praktik premanisme di wilayah pertambangan ilegal.
Aksi yang dilakukan JMPPK yang selama bertahun-tahun konsisten menyuarakan kelestarian alam, dalam rangkaian Hari Anti Tambang 2026.
Kehadiran lesung yang dibawa dalam aksi unjuk rasa ini, sebagai simbol keresahan petani untuk menyuarakan keprihatinan mereka terhadap perusakan alam yang masif di Pegunungan Karst Kendeng.
Selain menyampaikan aspirasi melalui nyanyian, massa juga membentangkan sejumlah spanduk berisi kalimat kalimat protes. Di antaranya "KLHS Pegunungan Kendeng tidak membolehkan penambangan di Pegunungan Kendeng 7 kabupaten"
Tak hanya itu, ada juga terdapat spanduk bertuliskan "Tangkap dan Adili Oknum Polisi yang Membekingi Tambang"
"Lesung merupakan simbol kedaulatan pangan, sekaligus alarm tanda bahaya bagi kerusakan lingkungan di Pegunungan Kendeng," ujar Gunretno, koordinator aksi JMPPK, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Gunretno, lesung merupakan catatan sejarah penting bagi para petani, sebelum mengenal teknologi penggilingan modern (rice mill).
"Ketukan lesung dalam aksi ini, ibarat kentongan, dimaknai sebagai alarm seruan agar masyarakat tidak takut bersuara melawan keberadaan tambang yang merusak alam," tutur Gunretno dalam orasinya.
Gunretno juga mengaku prihatin maraknya praktik premanisme di wilayah pertambangan. Kondisi ini membuat masyarakat setempat, dililit rasa ketakutan hanya untuk sekadar bertanya.
"Warga yang mempertanyakan legalitas atau dampak tambang, sering kali langsung dicap sebagai pihak yang tidak setuju. Sementara pihak pemilik tambang selalu tertutup dan enggan memberikan jawaban," katanya.
Pihaknya juga pernah melayangkan surat kepada Kementerian ESDM. Ternyata jawaban dari Kementerian ESDM juga sudah menemukan banyak ketidakpatuhan dan pelanggaran para penambang.
"Dan ketidakpatuhan itu telah saya sampaikan ke ESDM Jawa Tengah, namun hingga saat ini tidak ada tindakan lanjutan," imbuh Gunretno dengan lantang.
Ia juga menyesalkan sikap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang dinilai lambat dalam mengeksekusi pelanggaran berat di wilayah Pegunungan Kendeng tersebut.
"JMPPK mendesak Gubernur Jawa Tengah untuk mengambil tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar melakukan pencitraan terkait isu kepedulian lingkungan," ungkap Gunretno.
Gunretno menyebut bahwa aktivitas penambangan yang masif di wilayah Kendeng—meliputi Grobogan, Blora, Pati, hingga Rembang—telah membawa dampak ekologis yang nyata bagi masyarakat luas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7450525/original/085371300_1780225787-326775583_2495754700577635_3913181402780748906_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7459770/original/055601000_1780233854-Screenshot_2026-05-31_201211.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7450524/original/079796200_1780225787-WhatsApp_Image_2026-05-31_at_4.34.55_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7445521/original/099439800_1780221128-1002107501.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7281332/original/004073500_1780066941-es_teh_edit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7357617/original/015000000_1780138742-tambak_udang__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7380226/original/086438700_1780160666-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_14.00.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7364527/original/016527800_1780145224-WhatsApp_Image_2026-05-30_at_7.02.55_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6949640/original/035957900_1779716879-Toko_Cimox_BRILink.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7363940/original/002897600_1780144775-WhatsApp_Image_2026-05-30_at_7.02.56_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7252382/original/006932200_1780038339-ungkap-kasus-penipuan-jual-beli-titik-sppg-di-ntb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7181507/original/098633100_1779977160-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_17.56.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7171059/original/025729600_1779962539-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_4.56.32_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1237075/original/072380200_1463561466-IMG_20160518_133931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7113198/original/065832500_1779897174-Lapas_Bollangi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7068528/original/056790800_1779847028-IMG-20260526-WA0118.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7077610/original/004512300_1779857442-WhatsApp_Image_2026-05-27_at_11.19.47.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958686/original/030324900_1727872149-20241002-Harga_Saham-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4326725/original/019102500_1676551305-20230216-Pembukaan-IIMS-2023-Iqbal-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494524/original/002868000_1770295349-20260205_172818_lmc_8.4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509252/original/080084700_1771669777-Lokasi_anggota_Brimob_diduga_aniaya_pelajar_MTs_di_Tual_Maluku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4304483/original/074971800_1674785664-Saratoga2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489689/original/013158500_1769922165-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4768885/original/023099200_1710144866-fotor-ai-20240311151250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490891/original/089407200_1770029085-Fujika_Senna_Oktavia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490355/original/083815500_1770008905-Screenshot_2026-02-02_at_12.04.13.png)