Pertama di Indonesia, Ribuan ASN dan Kades di Sulsel Ikuti Pelatihan Komcad

11 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan aparatur sipil negara (ASN) dan kepala desa dari 24 kabupaten atau kota di Sulawesi Selatan menjalani latihan dasar militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) selama sekitar dua bulan di Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Senin (30/3/2026).

Program ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia oleh pemerintah daerah dan dijadikan percontohan nasional.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan peserta yang ikut merupakan para ASN yang berusia di bawah 35 tahun dan telah melalui proses seleksi.

"Terlibat ini 24 kabupaten/kota, kita ambil dari umur-umur yang betul-betul memenuhi persyaratan karena ada seleksinya, dan itu umur 35 tahun paling maksimal. Dan ini adalah percontohan dan pertama, pionir pertama," ujar Sudirman, Senin (30/3/2026).

Dia menegaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat komponen cadangan strategis di penjuru Tanah Air.

"Komcad di Indonesia, dan kita Pemprov adalah yang pertama mengambil langkah untuk melaksanakan arahan Bapak Presiden terkait bagaimana tentang komando cadangan strategis ini," kelasnya.

Terkait durasi pelatihan, ia menegaskan kegiatan tersebut berlangsung selama sekira dua bulan. "Dua bulan, dua bulan," singkatnya.

Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema, menyebut pelaksanaan pelatihan akan difokuskan pada pembentukan karakter kebangsaan bagi ASN.

"Untuk pembentukan Komcad ini, terfokus ke ASN, memang durasinya kurang lebih 1 setengah sampai dengan 2 bulan, ya. Dan ini materi-materi ini bersifat materi karakter kebangsaan. Tentunya porsi dalam konteks fungsi dan tugas ASN juga ini perlu diutamakan," ujar Gabriel.

Ia menambahkan, kurikulum pelatihan telah disiapkan secara khusus dan akan dijalankan oleh pelatih profesional di lingkungan Kodam XIV Hasanuddin melalui Rindam XIV Hasanuddin.

"Ya, nanti kurikulum sudah ditata, akan diawaki oleh para pelatih yang profesional di lingkup Kodam, dalam hal ini Rindam, ya," katanya.

Menurutnya, peserta akan dibekali berbagai aspek penting seperti disiplin, kerja sama, hingga membangun empati.

"Pembekalan bagaimana mereka dari sisi disiplin, dari sisi kerja sama, kebersamaan, kemudian membangun satu rasa, empati satu dengan yang lain," jelasnya.

Ia berharap, setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta mengalami perubahan signifikan dalam pola pikir dan tanggung jawab terhadap negara.

"Dan ini nanti kita harapkan pada saat mereka kembali, adanya suatu perubahan. Perubahan karakter, cara pandang, cara berpikir, dan memang yang kita wujudkan itu bagaimana tanggung jawab terhadap negara ini yang harus betul-betul paripurna," tegasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa bela negara merupakan kewajiban seluruh warga negara.

"Kita ketahui amanat undang-undang sudah mengatakan bahwa setiap warga negara selain punya hak, punya kewajiban dalam rangka untuk menjaga kedaulatan negara ini," tambahnya.

Salah satu peserta, Gunawan, mengaku antusias mengikuti program tersebut sebagai bagian dari pengembangan kapasitas diri sebagai ASN.

"Saya perwakilan dari Kabupaten Sidenreng Rappang. Kami mengikuti Latsarmil Komcad, yang pertama adalah sesuai dengan apa yang disampaikan Bapak Gubernur, terkait manajemen dan kemampuan kepemimpinan dari setiap ASN," ujarnya.

Gunawan yang merupakan guru di SMP Negeri 1 Duapitue berharap pelatihan ini memberi dampak nyata saat kembali ke tempat tugas.

"Harapannya ketika kami mengabdi kembali ke instansi kami masing-masing, kami bisa mengaplikasikan apa yang kami terima di Latsarmil ini," tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung hingga 13 Mei 2026 selama kurang lebih 45 hari, dengan proses pendidikan dimulai setelah pembukaan.

"Pelaksanaannya akan sampai tanggal 13 Mei 2026 selama 45 hari. Ini masih tahap pembukaan dan proses pendidikannya akan dimulai besok," pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |