Pengosongan Eks Rumah Dinas TNI Ricuh, Mahasiswa UI Terluka

6 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Rafi Raditya terluka saat membantu warga mengadang anggota TNI dalam proses pengosongan eks rumah dinas Zeni Konstruksi (Zeni) TNI AD di Kecamatan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). Mahasiswa FISIP UI tersebut mengaku dipukul tentara.

“Kami mendapatkan tindakan represifitas, saya mengalami luka,” ujar Rafi, Rabu (10/6/2026).

Rafi menjelaskan, perlakukan kekerasan tidak hanya dialami dirinya, namun terdapat warga lainnya turut mengalami hal yang sama. Rafi mendapati warga terkena palu yang dibawa anggota TNI.

“Salah satu warga juga kepalanya terkena palu secara disengaja tentunya oleh tentara dan teman-teman kami juga mendapatkan tindakan represifitas,” jelas Rafi.

Rafi masih ingat akan perlakukan aparat TNI yang bertindak anarkis. Rafi mendapatkan kekerasan secara berulang sehingga badannya luka.

“Saya mendapatkan tindakan represifitas, ditendang, dipukul, ditonjok dan disundul oleh tentara,” terang Rafi.

Walaupun mendapatkan tindakan kekerasan, Rafi bersama mahasiswa lainnya akan berusaha membantu warga dengan mengawal sampai selesai.

“Teman-teman Fakultas Hukum membantu pendampingan warga, membantu dalam proses penanganan secara hukum dan proses dari pengosongan yang dilakukan tentara,” ucap Rafi.

Mahasiswa UI turut menunjukan kepeduliannya terhadap warga yang sudah tidak memiliki aliran listrik. Mahasiswa UI turut mendirikan dapur umum untuk kebutuhan konsumsi warga, khususnya terhadap anak.

“Iya kami mendirikan dapur umum, berbaur dengan masyarakat dalam membantu support dukungan dan dukungan mental,” ungkap Rafi.

Rafi turut menyayangkan tindakan pengosongan yang dilakukan TNI tidak menggunakan cara humanis. Bahkan TNI akan memberikan bantuan kompensasi sebesar Rp 3 juta yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan hidup saat ini.

“Seperti yang kita semua sudah tahu, Rp 3 juta saat ini untuk apa? Untuk kehidupan selama satu bulan pun rasanya tidak cukup,” tegas Rafi.

Sementara, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Yatalathof Ma'shum Imawan, mengutuk keras tindakan represif TNI pada peristiwa penggusuran warga yang tinggal di eks rumah dinas TNI.

“Anggota BEM UI dan simpul pergerakan lainnya mengalami luka-luka, kami mengutuk tindakan represif yang dilakukan anggota TNI saat penggusuran paksa di Lenteng Agung,” ujar Athof.

Tindakan TNI melakukan kekerasan bertentangan dengan pedoman moral atau delapan wajib TNI. BEM UI akan melaporkan hal ini kepada DPR dan pemerintah pusat.

“Kami tidak akan tinggal diam saat rakyat ditindas, kami akan bawa luka ini hingga ke pemerintah pusat dan DPR RI,” tegas Athof.

Sebelumnya, Direktur Binum Pus Zeni AD, Kolonel CZI Nur Alam Sucipto memastikan pihaknya melakukan sosialisasi kepada penghuni rumah dinas eks Zikon 15/Yon Zikon Jihandak sebelum dilakukan pengosongan. Sosialisasi dilakukan sejak 9 Juli 2024 hingga 29 Agustus 2024.

“Pada 9 Juli 2024, memberikan sosialisasi kepada warga bahwa kita akan melaksanakan peningkatan pengembangan satuan dari Kompi menjadi Denzi Jihandak,” ujar Alam.

Setelah pelaksanaan sosialisasi, warga diberikan pemahaman bahwa penertiban dilakukan seiring ada pengembangan satuan sehingga membutuhkan sarana prasarana, seperti tempat tinggal dan fasilitas lainnya.

“Satuan ini sudah memiliki sertifikat, yaitu nomornya adalah 00184,” jelas Alam.

Setelah dilakukan sosialisasi, warga masih bertahan di rumah dinas. Pihaknya kembali memberikan surat peringatan pertama hingga terakhir pada 31 Juli 2025. Setelah memberikan surat peringatan hingga tiga kali, TNI AD masih memberikan waktu kepada warga untuk melakukan pengosongan.

“Kemarin dari jumlah 152 kepala keluarga yang awal, itu dengan memberikan pemahaman kepada mereka sehingga ada 45 kepala keluarga yang sudah mengosongkan,” ujar Alam.

TNI AD turut memfasilitasi warga untuk melakukan pengosongan dengan menyediakan armada kendaraan untuk pengantaran dan fasilitas lainnya.

“Total yang kita akan laksanakan penertiban ini, sekarang sisa 107 kepala keluarga,” ucap Alam.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |