Liputan6.com, Jakarta - Suara ayam bersahutan dari kandang Kelompok Waliko di Desa Matompi, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Beberapa kilometer dari sana, di perbukitan Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, ribuan tanaman nanas tumbuh di lahan yang sebelumnya kering dan rawan terbakar.
Dua komoditas itu menjadi bagian dari cerita warga Luwu Timur dalam mengembangkan potensi di sekitar mereka menjadi sumber penghidupan. Di Matompi, warga membesarkan ayam Alope, sedangkan di Tabarano mereka mengubah lahan berbatu menjadi kebun nanas.
Keduanya tidak tumbuh dalam satu malam. Ada proses pembentukan kelompok, pembukaan lahan, pelatihan, pendampingan hingga pengembangan pasar yang membuat usaha masyarakat perlahan bergerak.
Di Matompi, cerita itu dimulai pada 2021. Sulaiman Rokah bersama sejumlah warga dan anak muda membentuk Kelompok Waliko karena ingin mengembangkan peternakan ayam Alope.
"Awal mula berdirinya kelompok Waliko ini atas dasar keinginan kami teman-teman semua yang ada di tempat ini. Ini awal berdirinya Waliko tahun 2021, itu kita dibantu dari desa ke PT Vale," kata Sulaiman.
Pada 2022, kelompok mendapat dukungan berupa satu kandang berukuran sekitar 5 x 7 meter dengan kapasitas 500 ekor ayam. Dari satu kandang tersebut, usaha berkembang hingga kelompok menambah dua kandang lainnya.
Pengembangan kembali dilakukan pada 2025 melalui kolaborasi PT Vale Indonesia, Universitas Hasanuddin dan pemerintah daerah. Sekitar 1.200 ekor ayam diberikan untuk mendukung siklus peternakan yang berkelanjutan.
"Di tahun 2025 kita ada kerja sama mitra dari PT Vale, Unhas, dan Pemda. Yang mana kita diberikan di situ sekitar 1.200 ekor ayam untuk siklus berkelanjutan," ujar Sulaiman.
Kini, sekitar 200 ekor ayam berada di salah satu kandang Kelompok Waliko. Pemeliharaan dilakukan secara bergiliran dengan siklus produksi yang disesuaikan dengan kemampuan kelompok dan permintaan pasar.
Bagi Sulaiman, pengembangan peternakan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah ayam. Pengetahuan mengenai cara merawat ternak menjadi bagian penting agar usaha tersebut dapat terus berjalan.
Anggota kelompok mendapatkan pelatihan teknik budidaya ayam kampung sekaligus pendampingan lapangan. Pendampingan tersebut dilakukan sejak awal pengembangan kelompok dan terus berlanjut dalam proses produksi.
"Ada pendampingan lapangan dari teman-teman BSK untuk saat ini. Dan sebelumnya kita juga diberikan pendampingan di tahun 2021. Pelatihan-pelatihannya ada teknik budidaya ayam kampung," kata Sulaiman.
Ia juga meluruskan penyebutan ayam yang mereka pelihara sebagai ayam organik. Menurutnya, ayam yang dikembangkan Kelompok Waliko merupakan ayam kampung asli yang dipelihara dengan perawatan khusus.
"Kita masih ayam kampung asli, kita mengatakan organik kayaknya sedikit keliru sekali. Tapi kami pastikan ayamnya sehat," ujarnya.
Pakan ayam disiapkan dengan pola campuran antara pakan komersial dan bahan campuran yang digunakan kelompok. Hasil ternak kemudian dipasarkan sehingga aktivitas peternakan tidak berhenti pada proses pemeliharaan.
Yang berkembang bukan hanya jumlah ternak. Peternakan tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Anak-anak muda dilibatkan dalam kegiatan kelompok. Sementara pekerjaan yang masih dilakukan secara manual, seperti pencabutan bulu ayam, turut dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga.
"Anak-anak muda kita libatkan semua," kata Sulaiman.
Kelompok juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas. Mereka diberikan pekerjaan sesuai kemampuan dan tidak dipaksa melakukan pekerjaan yang berada di luar kapasitasnya.
"Kita kasih kebebasan untuk dia, apa yang bisa dia lakukan, itu saja kita berikan. Kita tidak akan pernah memaksa," ujar Sulaiman.
"Jadi kita memanfaatkan ibu-ibu rumah tangga," lanjutnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351347/original/022427800_1789661790-1155438.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351302/original/026230300_1789654103-454493.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351169/original/026253900_1789642638-1153449.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350588/original/097552000_1789622918-WhatsApp_Image_2026-09-17_at_12.07.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350115/original/070173900_1789562098-1001651389.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350087/original/089642500_1789557840-1001672654.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350073/original/072449400_1789556241-TASPEN_Goes_To_Campus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349262/original/013030200_1789493680-IMG-20260916-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349216/original/063857200_1789482923-Masa_bimbingan_mahasiswa_Nusa_Putra_University.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348699/original/066577300_1789454819-1144897.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348301/original/088866400_1789425524-IMG_20260914_202846.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347808/original/010926900_1789368524-1138390.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347722/original/088857600_1789365955-1001663480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347368/original/047752300_1789296305-IMG-20260912-WA0062.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347128/original/041978100_1789276403-virgo_transport_hilang_kontak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346490/original/051079400_1789149545-455247.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346478/original/048827500_1789148029-IMG-20260911-WA0056.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346360/original/027599000_1789126718-1001655687.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310792/original/035626400_1785346701-IMG-20260729-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309998/original/043490200_1785301794-WhatsApp_Image_2026-07-29_at_11.54.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258822/original/039204900_1781412679-Nalara_Coffee1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6826820/original/016446300_1779615644-nangoma.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7181507/original/098633100_1779977160-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_17.56.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338034/original/084901500_1788275345-pustaka_limbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8389686/original/021582800_1782269835-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_9.43.27_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6580965/original/049295400_1779423319-cropped-1b394bcb-e86d-42e4-ae70-4c2954af339e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285024/original/047339900_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8664616/original/039247700_1782694434-sambal_itheng6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262446/original/023114400_1781795444-ChatGPT_Image_Jun_18__2026__10_09_20_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755718/original/069568600_1778657615-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337833/original/032448200_1788259044-Direktur_Utama_BEI_Jeffrey_Hendrik-1_September_2026.jpg)