Tim Badan Geologi juga akan mengevaluasi apakah pada aktivitas terbaru terdapat perubahan lokasi semburan, rekahan baru, perubahan manifestasi permukaan maupun kondisi lainnya yang dapat membantu menjelaskan episode aktivitas kali ini.
Di sisi lain, bahaya Oro-Oro Kesongo Blora tidak berhenti pada semburan lumpur. Semburan dan lontaran material merupakan salah satu risiko yang harus diperhitungkan. Selain itu terdapat kemungkinan pelepasan gas, perubahan morfologi permukaan, rekahan, amblesan lokal hingga kondisi tanah di sekitar pusat aktivitas yang dapat menjadi sangat lunak dan tidak stabil.
Badan Geologi memberikan perhatian khusus terhadap gas karena keberadaannya tidak selalu dapat dilihat atau dikenali manusia.
Kajian ilmiah terdahulu terhadap sistem gunung lumpur Kesongo menunjukkan adanya pelepasan gas, terutama metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂).
Penelitian terhadap rembesan gas di Kesongo juga menunjukkan adanya kandungan metana yang signifikan. Metana memiliki sifat mudah terbakar dan dalam konsentrasi tinggi dapat menggantikan oksigen di udara.
Sementara karbon dioksida dapat menyebabkan kondisi kekurangan oksigen apabila terakumulasi pada konsentrasi tinggi, khususnya di lokasi rendah atau kawasan dengan sirkulasi udara buruk.
Gas lain yang berpotensi berbahaya, termasuk hidrogen sulfida (H₂S), juga perlu diperiksa. Namun, Badan Geologi belum ingin menyatakan komposisi maupun konsentrasi gas pada aktivitas terbaru sebelum dilakukan pengukuran langsung.
"Komposisi dan konsentrasi gas dapat berbeda menurut lokasi dan waktu," kata Rita Susilawati.
Badan Geologi juga meluruskan istilah “lumpur panas” yang selama ini kerap digunakan untuk menggambarkan Oro-Oro Kesongo Blora.
Menurutnya, Oro-Oro Kesongo Blora merupakan gunung lumpur, bukan gunung api magmatik. Karena itu, temperatur material yang keluar tidak dapat begitu saja diasumsikan tinggi seperti material dari aktivitas gunung api.
Suhu lumpur dan fluida harus diukur secara langsung di lapangan. Ancaman yang tidak terlihat inilah yang membuat Badan Geologi meminta masyarakat tidak mendekati lokasi hanya untuk menyaksikan semburan, mengambil foto maupun membuat video.
"Dalam fenomena seperti ini, salah satu bahaya justru dapat berasal dari sesuatu yang tidak terlihat, yaitu gas, selain kondisi tanah di sekitar pusat aktivitas yang mungkin tidak stabil," jelas Rita Susilawati.
Dari sisi pemantauan, Oro-Oro Kesongo Blora juga memiliki karakter berbeda dibandingkan gunung api aktif. Gunung api aktif umumnya memiliki jaringan pemantauan yang dapat mencakup parameter seismik, deformasi, gas dan visual secara kontinu.
Untuk sistem gunung lumpur seperti Kesongo, sejumlah parameter yang relevan antara lain frekuensi, durasi dan tinggi semburan, perubahan jumlah serta lokasi titik keluarnya gas atau lumpur, kemunculan rekahan baru, perubahan morfologi permukaan, suhu fluida serta komposisi dan konsentrasi gas.
Kajian terdahulu menunjukkan Oro-Oro Kesongo Blora memiliki sejumlah manifestasi permukaan seperti gryphon, salsa, pool atau kolam lumpur, rembesan gas dan rekahan.
Gryphon merupakan kerucut lumpur kecil yang menjadi salah satu tempat keluarnya lumpur, air dan gas. Salsa merupakan genangan atau danau lumpur yang relatif lebih besar, sedangkan pool merupakan kolam lumpur yang lebih kecil.
Perubahan lokasi, jumlah maupun aktivitas manifestasi tersebut menjadi informasi penting untuk didokumentasikan dan dibandingkan dari waktu ke waktu.
Kajian terdahulu bahkan menunjukkan lokasi gryphon aktif di Oro-Oro Kesongo Blora dapat berubah. Hal ini mengindikasikan bahwa jalur keluarnya fluida menuju permukaan tidak selalu berada di titik yang sama.
Namun, hingga kini belum terdapat satu parameter yang dapat digunakan sebagai “alarm” pasti untuk menentukan kapan Oro-Oro Kesongo Blora akan menyembur dan seberapa besar kekuatannya.
"Sampai saat ini belum terdapat parameter tunggal yang dapat digunakan untuk memprediksi secara pasti kapan dan seberapa besar semburan Kesongo berikutnya akan terjadi," tegas Rita Susilawati.
Karena itu, masyarakat tidak boleh menganggap Oro-Oro Kesongo Blora telah memiliki sistem peringatan dini yang mampu memberikan prediksi waktu semburan sebagaimana ramalan waktu kejadian.
Dinamika tekanan dan jalur migrasi fluida di bawah permukaan sangat kompleks.
Badan Geologi akan menggunakan hasil pemeriksaan terbaru untuk mengevaluasi kebutuhan peningkatan sistem pemantauan ke depan, termasuk menentukan parameter apa yang paling efektif untuk mendukung mitigasi jangka panjang.
Untuk kondisi saat ini, pesan Badan Geologi kepada masyarakat sangat jelas, yakni jangan mendekati pusat semburan. Warga diminta mematuhi pembatasan yang telah ditetapkan aparat dan pemerintah daerah.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki kawasan aktivitas untuk menonton, mengambil foto atau video, menggembalakan ternak maupun melakukan kegiatan lain selama masih terdapat semburan atau pelepasan gas yang signifikan.
Jika berada di sekitar kawasan dan mengalami pusing, mual, sesak napas, atau melihat kondisi tidak normal pada manusia maupun hewan, masyarakat diminta segera menjauh menuju tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik dan mengikuti arahan petugas.
Masyarakat juga dilarang mencoba mendekati sumber gas hanya untuk memastikan asalnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/817539/original/031775500_1424872739-ilustrasi-begal-motor-1-150225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321142/original/031006700_1786430294-1001544854.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320758/original/053570400_1786383446-986546.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320596/original/012767800_1786357835-985256.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308725/original/048742000_1785171835-IMG_0875.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318731/original/075877900_1786151484-1000987907.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318599/original/062913000_1786108930-WhatsApp_Image_2026-08-07_at_20.13.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318607/original/013492500_1786110353-1786107737537.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318366/original/002708900_1786093525-1001534387.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318241/original/011326700_1786089684-971287.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317686/original/029664500_1786058619-Pengungkapan_Kasus_Video_AI_Prabowo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317687/original/098140200_1786060042-417336.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317521/original/014835700_1786018423-968969.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317354/original/087092900_1786009417-968335.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317091/original/078377000_1786002851-1001529594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316826/original/036708100_1785990810-1000981313.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316648/original/020869000_1785980794-1785975355344.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316585/original/045971500_1785973175-963161.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316059/original/032754900_1785911442-WhatsApp_Image_2026-08-05_at_12.45.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315736/original/005690100_1785882680-960762.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566691/original/052633000_1631185687-20210909-PPKM-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310792/original/035626400_1785346701-IMG-20260729-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258822/original/039204900_1781412679-Nalara_Coffee1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579918/original/027229900_1778120519-cropped-8fbe8aee-1b0d-48d4-be01-fbc2871c6822.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569394/original/029521400_1777440710-_Superbank__Key_Visual_-_Superbank_Catat_Laba_Sebelum_Pajak_Rp100_Miliar_di_Kuartal_I_2026.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138227/original/001683800_1740021414-Pajero_IIMS_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555885/original/073768900_1776222805-Clipboard_04-15-2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2388579/original/010281700_1540094871-2018021-Bayar-Pajak-Kendaraan-Sambil-Berolahraga-di-Kawasan-CFD--angga-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4928062/original/015452600_1724656195-DRMA-3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564587/original/078779000_1776956667-Garut_Penculikan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315672/original/088287600_1755166530-Screenshot_2025-08-14_171432.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559411/original/006226400_1776572585-Bodjong_Night_Market.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559436/original/098478700_1776575063-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579958/original/098151500_1778121900-IMG-20260507-WA0000.jpg)