IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Saham SpaceX Naik 19% Perdagangan Perdana

9 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, melesat 19% pada hari pertama perdagangannya di bursa Nasdaq, Jumat waktu setempat. Kenaikan tersebut terjadi setelah perusahaan menjalani penawaran umum perdana saham (IPO) terbesar dalam sejarah pasar modal.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (13/6/2026), saham SpaceX ditutup di kisaran US$ 161 per saham, yang membuat nilai perusahaan mencapai sekitar US$ 2,1 triliun. Penguatan bahkan masih berlanjut pada perdagangan setelah jam bursa, menambah sekitar US$ 100 miliar lagi terhadap kapitalisasi pasarnya.

SpaceX menggunakan kode saham SPCX dan memulai perdagangan di level US$ 150 per saham setelah berhasil menghimpun dana sebesar US$ 75 miliar melalui IPO. Sepanjang sesi perdagangan perdana, saham tersebut sempat menyentuh level tertinggi US$ 176,52.

Antusiasme investor terlihat dari tingginya aktivitas perdagangan. Lebih dari 500 juta saham berpindah tangan pada hari pertama. Angka tersebut mendekati rekor perdagangan perdana Facebook pada 2012 yang mencapai sekitar 580 juta saham.

Momen bersejarah tersebut ditandai dengan pembunyian lonceng pembukaan perdagangan Nasdaq oleh Elon Musk dan Presiden sekaligus Chief Operating Officer (COO) SpaceX, Gwynne Shotwell. Musk mengikuti acara dari Texas, sementara Shotwell hadir langsung di Nasdaq, New York.

Dalam siaran langsung yang diselenggarakan JPMorgan Chase menjelang IPO, Musk mengungkapkan bahwa SpaceX telah mencatat arus kas positif sejak 2015.

"Saya ingin membawa SpaceX ke pasar publik sekarang untuk mengumpulkan modal dalam fase pertumbuhan yang signifikan," kata Musk.

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah proyek ambisius, termasuk menempatkan lebih dari 100.000 satelit di orbit untuk layanan komunikasi global.

Bangun Pusat Data di Luar Angkasa

Selain memperluas jaringan satelit, Elon Musk juga menyiapkan proyek pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa. Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang SpaceX untuk memperluas bisnis di luar sektor peluncuran roket.

Musk, yang kini dikenal sebagai orang pertama di dunia dengan kekayaan lebih dari US$ 1 triliun berkat kepemilikannya di SpaceX dan Tesla, awalnya mendirikan perusahaan tersebut sebagai pengembang roket yang dapat digunakan kembali.

Namun, saat ini unit bisnis yang menjadi sumber keuntungan utama SpaceX adalah layanan internet satelit Starlink. Divisi tersebut berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan akses internet berkecepatan tinggi di berbagai wilayah dunia.

Langkah ekspansi SpaceX semakin agresif setelah perusahaan mengakuisisi startup kecerdasan buatan milik Musk, xAI, pada Februari 2026.

Melalui akuisisi tersebut, SpaceX memperoleh berbagai aset strategis, termasuk pusat data AI, model kecerdasan buatan Grok, chatbot dan generator gambar berbasis AI yang juga bernama Grok, hingga platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Akuisisi tersebut dinilai memperkuat posisi SpaceX dalam pengembangan teknologi berbasis AI sekaligus memperluas ekosistem bisnis perusahaan di luar industri antariksa.

Investor Optimistis

Meski mencatat debut spektakuler di pasar saham, perjalanan finansial SpaceX tidak selalu mulus.

Berdasarkan prospektus perusahaan, SpaceX telah membukukan akumulasi kerugian sebesar US$ 41,3 miliar sejak didirikan pada tahun 2002.

Kerugian tersebut mencerminkan besarnya investasi yang digelontorkan perusahaan untuk pengembangan teknologi roket, satelit, hingga berbagai proyek eksplorasi luar angkasa yang membutuhkan modal sangat besar.

Meski demikian, investor tampaknya tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Keberhasilan IPO dan lonjakan harga saham pada hari pertama perdagangan menunjukkan tingginya kepercayaan pasar terhadap strategi pertumbuhan SpaceX.

Di sisi lain, sentimen positif juga mengalir ke perusahaan lain milik Elon Musk. Saham Tesla tercatat naik 1,8% menjadi US$ 406,43 per saham pada perdagangan Jumat.

Dengan kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar produsen kendaraan listrik itu kini berada di kisaran US$ 1,5 triliun.

Gabungan kekuatan bisnis SpaceX, Starlink, xAI, dan Tesla semakin memperkuat posisi Elon Musk sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri teknologi global.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |