Danantara: Penguatan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor

8 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Danantara Indonesia menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Optimisme tersebut dinilai berasal dari kuatnya fundamental ekonomi nasional, kinerja perusahaan yang solid, serta keyakinan pasar terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan apresiasi investor di pasar modal menjadi indikator bahwa pelaku pasar semakin percaya terhadap kondisi ekonomi nasional.

Menurut dia, penguatan IHSG yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari keyakinan investor terhadap fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia yang dinilai tetap terjaga dengan baik.

“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” ujar Dony usai Flag Off BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pergerakan pasar dalam jangka pendek memang sering dipengaruhi berbagai sentimen. Namun dalam jangka panjang, investor akan kembali mempertimbangkan faktor fundamental sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” kata Dony.

Buyback Saham BUMN

Dony menilai perusahaan-perusahaan nasional, terutama badan usaha milik negara (BUMN), masih memiliki fondasi bisnis yang kuat di berbagai sektor strategis.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

“Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” ujar Dony.

Ia juga menyinggung aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham yang dilakukan sejumlah perusahaan BUMN. Menurut Dony, langkah tersebut merupakan praktik bisnis yang lazim dilakukan apabila manajemen menilai harga saham belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” jelas Dony.

Dony optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan terus meningkat seiring transformasi yang dijalankan perusahaan-perusahaan BUMN dan tetap kuatnya fundamental ekonomi nasional.

“Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan,” tutup Dony.

BTN Optimistis Jaga Momentum Pertumbuhan

Sejalan dengan optimisme tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Nixon LP Napitupulu, menilai penguatan ekonomi nasional perlu didukung oleh pergerakan sektor riil, termasuk industri perumahan yang memiliki dampak berantai atau multiplier effect yang besar terhadap perekonomian.

Menurut Nixon, BTN tetap optimistis menjaga momentum pertumbuhan dengan terus mendorong permintaan masyarakat terhadap hunian melalui berbagai inovasi pembiayaan.

“Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah,” ujar Nixon.

Ia menambahkan, BTN tetap menjaga target pertumbuhan secara prudent di tengah dinamika ekonomi yang berlangsung. Perseroan juga terus memperkuat strategi bisnis melalui ekspansi kredit yang sehat serta pengelolaan kualitas aset yang baik.

“Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” tutur Nixon.

Menurut Nixon, sektor perumahan akan tetap menjadi salah satu penggerak penting ekonomi nasional karena mampu menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor pendukung, mulai dari konstruksi hingga industri bahan bangunan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |