WIKA Pangkas Utang Rp 3,12 Triliun hingga Kuartal III-2025

2 weeks ago 26

Liputan6.com, Jakarta PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil menurunkan utang sekitar Rp 3,12 triliun hingga kuartal III-2025. Penurunan utang ini sejalan dengan upaya efisiensi yang dilakukan.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menekankan pentingnya upaya peningkatan fundamental dan memperoleh dukungan stakeholders di tengah kondisi infrastruktur saat ini.

“Penting bagi WIKA untuk mencapai fundamental keuangan yang kuat melalui langkah inovasi dan transformasi, untuk menjalankan usaha dengan efisien di tengah kondisi yang menantang saat ini," kata Agung, dikutip Senin (10/11/2025).

Sebagai rinciannya, Perseroan berhasil menurunkan utang berbunga sebesar Rp 2,20 triliun dan utang mitra kerja sebesar Rp 924,58 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga berhasil menurunkan Account Receivable Days (efektivitas perputaran piutang) dan Account Payable Days (efektivitas pembayaran utang) menjadi 127 hari dan 158 hari, dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 142 hari dan 196 hari.

Dampak dari upaya tersebut membuat aktivitas operasi menjadi lebih efisien, tercermin pada kemampuan menjaga core operasi Perseroan tetap positif sebesar Rp 287,83 miliar.

"Kami juga aktif membangun komunikasi yang intensif dengan stakeholders kami, karena diperlukan dukungan dari seluruh pihak agar langkah penguatan dan penyehatan ini dapat berjalan dengan baik,” ucap Agung

Upaya Penyehatan WIKA

Upaya konsisten yang terus dilakukan Perseroan tersebut diantaranya meliputi 8 substream penyehatan. Seperti peningkatan tata kelola dan perbaikan portofolio order book.

Serta 4 pilar utama perbaikan arus kas, seperti debt restructuring, non-core asset recycling pada penyertaan investasi jangka panjang, percepatan pencairan piutang dan penerapan operational excellence di seluruh lini bisnis.

Kantongi Kontrak Baru Rp 6,19 Triliun

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan kontrak baru senilai Rp 6,19 triliun hingga September 2025. Capaian ini menegaskan keberlanjutan kinerja WIKA sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional.

Dari total kontrak tersebut, sektor industri penunjang konstruksi mendominasi dengan kontribusi 47,13%, diikuti sektor infrastruktur dan gedung sebesar 38,14%, sektor EPCC 6,57%, serta sektor properti 6,04%.

Jika dilihat dari sumber perolehannya, kontrak baru WIKA berasal dari BUMN sebesar 38,98%, pihak swasta 30,95%, dan Pemerintah 27,95%. Komposisi ini mencerminkan diversifikasi proyek yang solid serta ketangguhan portofolio WIKA dalam merespons berbagai peluang pembangunan nasional.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan program Asta Cita serta penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), WIKA kembali meraih sejumlah proyek strategis di sektor irigasi.

"Proyek-proyek ini tidak hanya memperkuat infrastruktur sumber daya air, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian di berbagai daerah," kata Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito.

Rincian Proyek

Di Jawa Tengah, WIKA mengerjakan proyek pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah untuk memperluas jangkauan irigasi di lahan pertanian produktif. Di wilayah Sumatra, perusahaan tengah menggarap proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tahap II di Jambi, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah di Kabupaten Muara Enim, serta di beberapa lokasi di Kabupaten Musi Rawas.

Sementara di Kalimantan, WIKA terlibat dalam proyek Jaringan Irigasi Air Tanah di Provinsi Kalimantan Tengah, serta di Kalimantan Utara yang mencakup Kabupaten Tana Tidung, Nunukan, dan Bulungan.

Seluruh proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi distribusi air pertanian dengan memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen WIKA terhadap pembangunan ramah lingkungan dan efisiensi energi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |