AADI Tebar Dividen Interim USD 250 Juta, Cek Jadwalnya

2 weeks ago 18

Liputan6.com, Jakarta - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (9/11/2025), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk akan membagikan dividen interim USD 250 juta atau sekitar Rp 4,17 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.699). Perseroan membagikan dividen interim itu sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 7 November 2025.

Perseroan membagikan dividen interim berdasarkan data keuangan 30 September 2025. Perseroan mencatat laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 587,32 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 972,16 juta dan total ekuitas sebesar USD 3,79 miliar.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2025:

  • Tanggal cum dividen di paar regular dan pasar negosiasi pada 17 November 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 18 November 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 19 November 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 20 November 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 19 November 2025 waktu 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 27 November 2025

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 7 November 2025, harga saham AADI turun 1,73% ke posisi Rp 8.525 per saham. Saham AADI dibuka naik 75 poin ke posisi Rp 8.750 per saham. Harga saham AADI berada di level tertinggi Rp 8.825 dan terendah Rp 8.475 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.249 kali dengan volume perdagangan 124.039 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 106,8 miliar.

Kinerja Kuartal III 2025

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk mencatat penurunan pendapatan dan laba hingga September 2025.

Mengutip laporan keuangan ke BEI, Perseroan mencatat pendapatan USD 3,60 miliar hingga September 2025. Pendapatan turun 10,76% dari periode sama tahun sebelumnya USD 4,04 miliar.

Beban pokok pendapatan susut 9% menjadi USD 2,66 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 2,93 miliar. Namun, laba bruto perseroan turun 15,76% menjadi USD 943,26 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,11 miliar.

Beban usaha perseroan turun menjadi USD 171,81 juta dari USD 202,19 juta. Pendapatan lain-lain susut menjadi USD 39,10 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 326,2 juta.

Perseroan mencatat laba usaha merosto 34,8% menjadi USD 810,55 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,24 miliar. Laba sebelum pajak penghasila susut 39,09% dari USD 1,33 miliar menjadi USD 812,55 juta.

Aset AADI

Seiring kinerja itu, perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 45,3% menjadi USD 587,32 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,07 miliar.

Perseroan mencatat laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk secara dilusi sebesar USD 0,07542 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 0,15335.

Total ekuitas naik menjadi USD 3,79 miliar hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 3,36 miliar. Liabilitas perseroan turun menjadi USD 2,31 miliar hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 2,62 miliar. Aset perseroan turun menjadi USD 6,11 miliar hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 5,99 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar USD 1,41 miliar hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 1,51 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |